Semarakkan Keberagaman, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNTRIB dan Institut Pendidikan Soe Gelar Cross-Culture Day 2026

​KALABAHI, 27 Maret 2026– Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tribuana (UNTRIB) Kalabahi menggelar perhelatan budaya bertajuk “Cross-Culture Day” pada Jumat (27/03/2026).

Mengusung tema kearifan lokal “Mahasiswa duduk bakuomong adat,” kegiatan ini menjadi ruang dialog lintas budaya yang mempertemukan civitas akademika UNTRIB dengan tamu internasional dari KdG University, Belgia, serta Institut Pendidikan Soe.

Acara yang berlangsung meriah ini bertujuan untuk memperkuat identitas budaya mahasiswa di tengah arus globalisasi. Tidak hanya di hadiri oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris tapi juga dari beberapa prodi yang ada di UNTRIB, bahkan alumni pun datang dan memeriahkan acara ini.

​Seminar utama menghadirkan diskusi yang mendalam dan berbobot dengan panel pembicara yang variatif. Giel Corign menyampaikan tentang sistem pendidikan di Belgia dan Tijs Janssens dari KdG University berbagi cerita tentang budaya Belgia. Institut Pendidikan Soe di wakili oleh Bapak Yabes Olbata, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa inggris turut berbagi cerita tentang Budaya Timor Tengah Selatan. Dari Untrib Sendiri, Ibu Desis P. Mautuka, M.Par turut berbagi tentang adat danpotensi sektor pariwisata di Kabupaten Alor. Dalam sesi seminar ini , seorang turis asal Amerika yang juga turut memeriahkan kegiatan ini, Mr. Ryan juga diberi waktu untuk berbagi tentang sistem pendidikan di Amerika.

Kehadiran presenter mahasiswa, Najua Sanety dan Jenifia Haan, turut membuktikan bahwa generasi muda dari UNTRIB juga memiliki kepercayaan diri tinggi dalam mempromosikan warisan leluhur mereka menggunakan bahasa Inggris.


Pembicara terakhir adalah Ibu Agustina Aloojaha yang membahas tentang Alor dari segi kekayaan linguistik dan memberikan contoh dalam bahasa Daerah kabola.

​Selain sesi diskusi yang interaktif, suasana kampus semakin berwarna dengan adanya peragaan busana (fashion show) yang menampilkan kekayaan kain tenun tradisional Alor.

Para peserta juga menikmati momen kebersamaan dalam sesi Potluck Lunch, di mana berbagai hidangan lokal disajikan sebagai simbol persaudaraan.

​Kegiatan ini ditutup dengan Study Tour ke Museum Seribu Moko Kalabahi, sebagai implementasi praktis dari materi yang telah didiskusikan.

Mewakili Kaprodi, Dr. Lita Liviani Taopan, M.Pd selaku Dosen pendamping kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan ajang promosi prodi Pendidikan Bahasa Inggris. selain itu, melalui Cross-Culture Day ini, UNTRIB, dalam hal ini Prodi Pendidikan Bahasa Inggris menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya mahir berbahasa asing secara global, tetapi juga tetap rendah hati dan berakar kuat pada nilai-nilai adat.

Acara ini diharapkan menjadi katalisator bagi mahasiswa untuk terus melestarikan bahasa dan budaya lokal sebagai aset berharga di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka gerbang kerjasama dengan Institut Pendidikan Soe serta mitra potensial lainnya. -Admin